Tampilkan postingan dengan label Banyuwangi News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyuwangi News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Oktober 2010

Produksi Kapal Perang di Banyuwangi - Indonesia

Kapal Pasukan Khusus Brunei Darussalam diproduksi di Banyuwangi

Kapal Pasukan Khusus Brunei Darussalam yang diproduksi di Banyuwangi

Wakil Menteri Pertahanan(Wamenhan)RI,Letjen Sjafrie Samsoeddin,berkunjung ke Banyuwangi kemarin pagi (14/10). Kehadiranperwira tinggi TNI AD itu untuk melihat langsung proses pembuatan satu unit kapal cepat rudal nasional(KCR)Trimaran. Kapal ttersebut dipesan ke PT.Lundin Industry Invest,pabrik kapal fiberglass di Linkungan Sukowidi,Kelurahan Klatak,Kecamatan Kalipuro,Banyuwangi.

Kementerian Pertahanan RI tidak hanya memesan satu unit KCR Trimaran. Tetapi, masih ada enam unit kapal lain yang dipesan. Keenam kapal tersebut berjenis Rigid Inflatable Boat(RIB). Selain itu,RI juga memesan lima unit kapal Catamaran. Semua kapal itu digunakan untuk kekuatan tambahan TNI AL.

Tidak hanya itu, PT. Lundin Industry Invest yang berlokasi di Banyuwangi itu sudah sering menerima pesanan kapal dari luar negeri, salah satunya Kapal pasukan khusus Brunei Darussalam. Wow, hebat ya.. Maju terus Banyuwangi!! indonesia Merdeka!!!!
Baca Selengkapnya...

Transportasi Kereta Api Banyuwangi - Surabaya NORMAL kembali

Jembatan yang ambrol terkena banjir sudah dioperasikan kembali

Jembatan Rel Darurat yang sudah rampung ,Giri
Sarana transportasi kereta api (KA) jurusan Banyuwangi-Surabaya normal kembali. Kemarin siang(14/10) jembatan rel yang ambrol dihantam banjir sudah dioperasikan kembali setalah pengerjaan normalisasi rampung Rabu malam(13/10)

KA yang pertama kali melintas di atas jembatan rel darurat itu adalah KA Probowangi tujuan Probolinggo sekitar pukul 13.00. Meski jembatan darurat ini terlihat kokoh, masinis tetap berhati-hati dengan mengurangi kecepatan saat melintas di atas jembatan tersebut. Pengerjaan jembatan tersebut akan dilanjutkan dengan pembuatan jembatan permanen yang pastinya akan lebih kokoh dan melegakan KA yang akan melintas di atasnya. ^^
Baca Selengkapnya...

Dua Kapal Perang Bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi - Banyuwangi

Jadi Wisata Bahari Gratis Anak-Anak TK

Di atas KRI dr.Soeharso
Dua Kapal Perang Negara Republik Indonesia bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi - Banyuwangi mulai dari 4 hari yang lalu. Dua kapal tersebut adalah Teluk Banten 516 dan dr.Soeharso 990. Kedatangan kapal perang itu disambut hangat oleh warga Bumi Blambangan.



Kedatangan kapal-kapal perang tersebut adalah untuk mengadakan simulasi penanganan bencana alam.Kok bencana alam?kan itu kapal perang?apa hubungannya?hehehe... Begini, Kapal tersebut Kapal Perang tapi Kapal Perang Rumah Sakit. Jadi fungsinya juga bisa dijadikan tempat berobat di kala peperangan terjadi.. Simulasi penanganan bencana itu dikemas dengan pelaksanaan bakti sosial berupa pemberian pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, kedatangan KRI atau KAPAL REPUBLIK INDONESIA ini dimanfaatkan untuk Wisata Bahari Gratis Anak-anak TK.
Baca Selengkapnya...

Kamis, 14 Oktober 2010

Curah Hujan Tinggi di Banyuwangi

Curah Hujan Tinggi di Banyuwangi. Waspada Banjir!!

Pembangunan kembali Rel KA setelah ambrol terkena hujan deras di Boyolangu,Giri
Banyuwangi, Cuaca buruk diperkirakan masih akan mengancam sebagian besar wilayah Banyuwangi dan sekitarnya selama beberapa hari kedepan. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyebut,hujan deras,angin kencang,dan petir masih berpeluang menjadi pengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala Stasiun BMKG Banyuwangi, Arif Triono menyebut, kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah fenomena alam La Nina.posisi matahari, serta masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan.

La Lina membuat suhu permukaan air laut meningkat. Situasi ini menyebabkan air laut mudah menguap. Ditambah lagi posisi matahari yang berada di sisi selatan ekuator.
Baca Selengkapnya...

Selasa, 12 Oktober 2010

Banjir melanda Kota Banyuwangi

220 Rumah Warga Banyuwangi Terendam Banjir

Banyuwangi Banjir
Banyuwangi, Sebanyak 220 rumah di Kelurahan Tukang Kayu dan Tukang Kayu Utara, Kecamatan Kota, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu malam, terendam air setinggi 1,5 meter setelah Sungai Kali Lo meluap hingga melebihi tanggul sungai.

Hingga berita ini dikirimkan belum diketahui adanya korban jiwa, namun ratusan warga yang rumahnya terendam luapan sungai tersebut masih mengungsi di lokasi yang lebih aman.

Pantauan di lapangan, luapan air Sungai Kali Lo yang membelah Kota Banyuwangi terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah kota dan lereng Kawah Ijen yang merupakan bagian hulu sungai tersebut.

Sekitar pukul 18.00 WIB, air Sungai Kali Lo terus meninggi hingga sekitar pukul 19.00 WIB melebihi tanggul penahan air yang ada di lingkungan Tukang Kayu Utara, Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Kota, Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut salah seorang warga, Wisnu, di lingkungan Tukang Kayu Utara, Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Kota, Banyuwangi, tanda-tanda meluapnya Sungai Kali Lo yang melintasi wilayah perumahan warga di lingkungan Tukang Kayu Utara itu sudah terlihat sejak sore hari ketika hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Banyuwangi.

"Terutama di kawasan hulu sungai tersebut yang berada di wilayah Lereng Kawah Ijen. Sekitar pukul 19.00 WIB, air sungai Kali Lo meluap dan merendam rumah warga di sini," ungkapnya.

Warga yang rumahnya terendam air luapan sungai Kali Lo sempat panik karena harus menyelamatkan anggota keluarganya serta harta bendanya dari genangan air sungai tersebut.

Bahkan, hingga berita ini dikirimkan banyak warga yang terpaksa mengungsi karena genangan air di rumah mereka masih setinggi satu meter dan mereka juga masih khawatir akan datanganya banjir susulan.

Sementara itu warga lainnya, Jamil, mengungkapkan banjir yang merendam ratusan rumah warga di lingkungan Tukang Kayu Utara itu dikarenakan jebolnya tanggul penahan air Sungai Kali Lo yang ada di lingkungan pemukiman warga tersebut.

"Apalagi air sungai terus meninggi hingga melebihi tanggul penangkis air," katanya.

Menurut Jamil, banjir akibat meluapnya air Sungai Kali Lo itu merupakan yang terbesar setelah dibangunnya tanggul penangkis air sungai yang berhulu di kawasan lereng Kawah Ijen enam tahun lalu.

Selain dikarenakan tingginya curah hujan, meluapnya air sungai Kali Lo hingga melebihi tangkis penahan air yang ada di sepanjang sungai itu juga diduga karena adanya penggundulan hutan di wilayah lereng Kawa Ijen.

Hingga kini warga terus berusaha menyelamatkan harta bendanya dari banjir akibat luapan Sungai Kali Lo. Selain itu warga juga berharap pemerintah daerah setempat segera turun tangan untuk memberi bantuan kepada warga yang rumahnya terendam air.

ANTARA News
Baca Selengkapnya...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...